Rabu, 01 November 2017

KEUNGGULAN KLON-KLON KOPI ROBUSTA ASAL BENGKULU


Perubahan gaya hidup masyarakat dan peningkatan pendapatan telah mendorong pertumbuhan konsumsi produk kopi Indonesia dan Dunia. Sekarang, minum kopi sambil nongkrong, atau ditemani laptop dan smartphone sudah menjadi trend atau gaya hidup.

Tanaman Kopi Robusta Bengkulu (sumber foto: Fb Sohiril Panggarbessy, 2016).


Bengkulu sebagai penghasil kopi Robusta nasional bersama Provinsi Lampung
dan Provinsi Sumatera Selatan, memiliki klon unggul tesendiri yang termasuk indikasi geografis. Cita rasa kopi bengkulu khas, unik, unggul dan hanya ada di Bengkulu dan dihasilkan di Bengkulu.

Produksi kopi Bengkulu dihasilkan dari daerah pegunungan yang sejuk, tepatnya dari Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang. Gabungan Tanah pegunungan bukit barisan selatan yang subur dan hembusan angin dari Samudra Indonesia  telah membentuk citarasa kopi Bengkulu.

Kopi nikmat dengan citarasa khas spesialty Bengkulu dari Kabupaten Kepahiang, mendapat Juara 3 (tiga) KONTES KOPI SPESIALTY INDONESIA 7 ROBUSTA di  Provinsi Bali tahun 2015 dan 10 besar nasional tahun 2016. Brand kopi Bengkulu tersebut yaitu: Sumatera Indo arabica Mangkurajo coffe, Sumatera Robusta Bengkulu Coffe dan Kaba Montain Coffe


Sertifikat sebagai pemenang ketiga lomba citarasa kopi Robusta, tahun 2015



Terdapat Empat Klon Unggulan Robusta Espesiality Bengkulu yang telah dilepas oleh Kementerian Pertanian RI, yaitu Sintaro 1, Sintaro 2 , Sintaro 3 dan Sehasence.

  

Sintaro 1 


         Dilepas sebagai varietas unggul dengan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 1103/Kpts/SR.120/10/2014.

         Habitus agak kecil & ramping dg percabangan plagiotrop.

         Mempunyai citarasa grade fine Robusta dengan nilai total hasil uji citarasa 78,76.

         Potensi produksi mencapai 1,7 ton/ha untuk penanaman dg populasi 1600 pohon/ha.

         Masa pembungaan terus-menerus dalam setahun sehingga masa petik buah cukup panjang.
         Pembentukan cabang sekunder kurang aktif, tetapi kokoh dan kekar.

 

Produk Kopi Sintaro pada berbagai kemasan, tahun 2017


Sintaro 2
         Dilepas melalui KEPMEN RI Nomor 1106/Kpts/SR.120/10/2014
         Habitus besar melebar kokoh dg percabangan plagiotrop aktif, kuat & kekar membentuk cabang sekunder & tersier mendatar kearah permukaan dg ruas agak lebar
         Masa pembungaan dapat beberapa kali per tahun dengan selang waktu pendek, sehingga putaran petik buah masak relatif singkat
         Potensi produksi mencapai 2,2 ton/ha untuk penenaman dg populasi 1600 pohon/ha


Direktur Jenderal Perkebunan Kementan RI, Bapak Ir. Bambang, MM dalam salah satu acara di Bengkulu tahun 2017





Sintaro 3
         Dilepas melalui KEPMEN RI Nomor 1105/Kpts/SR.120/10/2014
         Habitus sedang dengan percabangan plagiotrop kurang begitu aktif, terkulai menjuntai ke bawah, cabang tersier jarang terbentuk
         Masa pembungaan klon ini dapat beberapa kali dalam setahun namun dengan selang waktu panjang, sehingga putaran petik buah cukup panjang
         Potensi produksi mencapai 1,8 ton/ha untuk penanaman dg populasi 1600 pohon/ha.
         Mempunyai citarasa chocolate serta acidy shga potensial menjadi grade fine Robusta dengan nilai total hasil uji citarasa 75,63.
 


Produk Kopi Robusta Bengkulu pada berbagai kemasan, tahun 2017
Sehasence
         Dilepas melalui KEPMEN RI Nomor 1104/Kpts/SR.120/10/2014
         Mempunyai habitus agak kecil & ramping dg percabangan plagiotrop cukup aktif, mendatar kearah permukaan dg ruas antar dompolan buah agak  lebar
         Masa pembungaan dapat beberapa kali per tahun dengan selang waktu pendek, sehingga putaran petik buah masak relatif singkat, waktu panen beberapa kali
         Potensi produksi mencapai 2,17 ton/ha untuk penenaman dg populasi 1600 pohon/ha

http://bengkuluprov.go.id/aparatur-dan-masyarakat-provinsi-bengkulu-ikut-bimtek-pembuatan-blog/ http://bengkuluprov.go.id/



 



 

1 komentar: